“Bhinneka
tunggal ika”, itulah kata-kata yang menyatukan bangsa kita bangsa Indonesia
dari segala bentuk perbedaan yang ada di
masyarakatnya. Seperti yang diketahui oleh dunia, bangsa Indonesia kaya akan budaya, bahasa dan
kepercayaan yang tentunya menghasilkan banyak perbedaan atau yang biasa kita
sebut dengan pluralitas. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari perbedaan ini
meskipun tidak semua yang dihasilkan bersifat positif. Salah satu contoh negatifnya
yaitu terjadi konflik berdarah antar agama dan etnik budaya di Poso pada tahun
2000-2013, atau perang antar suku di Papua yang sampai sekarang belum ditemukan
titik terang.
Namun
tidak bisa dipungkiri bahwa pluralitas juga memiliki dampak positif . Banyaknya perbedaan pemikiran
bisa memberikan kita sudut pandang yang berpariasi dalam upaya mencari
penyelesaian suatu masalah sehingga bisa menghasilakn banyak solusi yang bisa
dipilih. Selain itu banyaknya perbedaan
suku, kebiasaan dan kepercayaan juga bisa menghasilkan sumber daya manusia yang
melimpah yang bisa ditempatkan di berbagai bidang sesuai dengan keahliannya.
Jika
kita ingin bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang maju dan tidak
tertinggal dari negara lain maka kita harus bersatu untuk mewujudkannya.
Dan untuk menyatukan bangsa Indonesia,
yang harus kita lakukan bukanlah menghilangkan pluralitas yang ada, tetapi kita
sebagai masyarakat Indonesia harus bisa menyamakan tujuan. Meskipun berbeda
partai, suku, ataupun berbeda kepercayaan tapi tujuannya hanya ada 4 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial , seperti yang dituliskan dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke-4.
Para pendahulu kita
ketika masih dijajah oleh negara lain, mereka terus mengalami kegagalan dalam
upaya keluar dari penjajahan karena mereka berjuang sendiri-sendiri, hanya beberapa daerah yang
melakukan perlawanan. Tetapi ketika bangsa Indonesia bersatu melawan para
penjajah meskipun dengan senjata seadanya, dan dengan berbagai perbedaan yang
ada . ketika semua sudah satu tujuan, tujuan untuk melawan penjajahan, kemerdekaanpun akhirnya berhasil diwujudkan.
Sama halnya dengan
kelima jari kita , masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ibu
jari yang memiliki ukuran paling besar memiliki fungsi sebagai penopang
jari-jari yang lain. Sedangkan telunjuk memiliki karakteristik paling ramping
dan bisa digunakan sebagai alat penunjuk arah. Jari tengah dengan ukurannya
yang paling panjang berperan sebagai penyeimbang kedua jari di samping kiri dan
kanannya. Jari manis biasa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan cincin dan
jari kelingking yang bisa digunakan untuk membersihkan kotoran telinga. Kelima
jari kita bisa memiliki fungsi yang berbeda-beda tetapi ketika kita ingin
memegang sesuatu, kita tidak bisa melakukannya hanya dengan satu jari saja.
Diperlukan kerjasama dari kelima jari untuk bisa menggenggam dengan kuat.
Begitupun dengan negara Indonesia, kita semua harus bersatu untuk mewujudkan
tujuan bangsa Indonesia.
yaa..haaa